17.02.2006
30 kOE
Diwarnai oleh berbagai kejadian, bermacam ekspresi yang timbul mulai dari tangis bahagia hingga tawa dan senyum pahit bercampur menjadi satu di eranya sendiri. 30 kOE menciptakan sejarah yang pantas untuk dikenang atau malah tidak sama sekali, tapi aku yakin dan percaya 'mereka' tidak ingin melupakan 30 kOE ini.
30 #1 : (Jakarta, Yogyakarta, Madiun)
PEMBERONTAKAN...PEMBANTAIAN...KUDETA...!!! kata-kata itu yang tepat pada saat terjadinya peristiwa tersebut (itu katanya...). Tapi ada pembengkokan sejarah itupun juga katanya. itu juga alasan kenapa film dokumenter yang dulu setiap harinya diputar setiap 30 kOE ini tidak pernah ditayangkan lagi, banyak terjadi pembodohan, tidak baik untuk generasi penerus... Tapi yang jelas waktu itu negeriku berkabung... karena 7 perwira tinggi plus 1 bocah perempuan terenggut nyawanya.mau tau lebih jauh liat aja disini
(mari kita tundukkan kepala sejenak untuk mengenangnya, sambil diiringi lagu “gugur bunga”)
30 #2 : (Surabaya)
“cengeeeeerr... oek...oek...”kata si bayi, tak tahan dengan kerasnya dunia. “wah bayinya sudah lahir... slamat bapak mempunyai seorang putri...” kata pria berseragam putih-putih. “wah sukur alhamdulillah, ibunya gimana dok, baik-baik saja khan?” timpal bapak bayi perempuan itu. “oh ya... ibunya kuat pak... cuman 3 kali berkuat si jabang bayi langsung keluar, sepertinya si bayi juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan ayah-ibunya” gurau pria berseragam. “boleh saya temui ibunya, dok?”tanya bapak si bayi tak sabar. “oh iya silahkan... pak, ibu sudah dipindahkan ke kamarnya.” sambil menyilahkan dan berlalu. “ma, kamu baik-baik saja khan?” setibanya dikamar rawat inap. “bayinya perempuan lagi, ma.” tambahnya. “yah mau gimana lagi pa, yang penting bayinya sehat” timpal ibu si bayi. “iya yang penting sehat ya, ma.” sahut si bapak bayi kemudian. setibanya dirumah kedua anak perempuannya menyambut dengan riang... “papaaaaa.... adeknya apaaaaa? Laki-laki atau perempuan?” tanya si kakak. Si adek mengamati si bapak dengan seksama dan menunggu jawaban si bapak “adeknya perempuan... lucu deh...!!!”jawab si bapak. Kedua kakak-adik tadi saling pandang dan berseru bersamaan “waaaah... adek perempuaaaaan... aseeekk...!!”. Si bapak mengajak kedua putrinya masuk rumah dan menggeleng mendengar ocehan mereka.
Itulah sepenggal kisah yang terjadi pada saat 30 kOE #2, meskipun banyak yang hiperbola tapi yah... setidaknya kurang lebihnya seperti itulah. Namun dilubuk yang paling dalam si bapak sangat menginginkan seorang putra yang bakal mewarnai hari-harinya di 30 kOE ini.
30 #3 : (Makassar)
asap mengepul dari knalpot kendaraan bermotor yang sedari tadi merayap menanti kapan lalu lintas bisa lancar seperti biasanya. Kalo bukan gara-gara angkot ngetem ya... pasti karena demo, yups... bener skali. Tepat pukul jam 00.01 bahan bakar minyak harus mencapai angka 4500 rupiah, fuuuiih.... angka yang fantastis menurutku. Tapi yah apa mau dikata bahan bakar minyak harus naik, katanya siii subsidi bahan bakar minyak akan dialihkan untuk subsidi ke rakyat miskin. Pusing agh... mikir perekonomian negara... yang jelas 30 kOE #3, dijadikan sebagai hari mengantri nasional, gimana tidak..., walau sejuta topan badai menerjang takkan goyah diterpa angin puyuh, smua orang tetap berbondong-bondong antri di SPBU. Yah meskipun hari berikutnya harus mengeluarkan kocek sesui pasarnya, tapi setidaknya sehari bisa irit hampir 2 kali lipat, lumayan masih bisa traktir pacar.
Entah kenapa, 30 kOE mengundang aku untuk meninggalkan tempat peristirahatanku. Padahal kebutuhan diluaran tak berlabelkan 'urgent', hanya saja... apa iya dihari yang aku anggap special ini aku habiskan sendirian, yah tak ada salahnya membagi kebahagiaanku yang sedikit ini dengan teman. Namun alhasil, 30 kOE #3 adalah hari jalan kaki bagi pelanggan setia mobil cat biru yang bertuliskan alfabet di bagian depan atas tiap mobilnya, termasuk aku. Lumayan long march yg harus ditempuh route-nya jl. Bung - depannya STMIK, tapi tak mengalahkan long march-ku pas kuliah, pintu 1 unhas - kantor gubernur, disambung kantor gubernur – RRI, jl. Ribura'ne (hehe... maaf sdikit mengenang idealis yg skrg agak memudar dan cenderung lebih realistis).
30 kOE mengundang decak kagum, sumpah serapah dan berbagai ekspresi dari setiap orang yg menjalani 30 kOE
30 #1 : (Jakarta, Yogyakarta, Madiun)
PEMBERONTAKAN...PEMBANTAIAN...KUDETA...!!! kata-kata itu yang tepat pada saat terjadinya peristiwa tersebut (itu katanya...). Tapi ada pembengkokan sejarah itupun juga katanya. itu juga alasan kenapa film dokumenter yang dulu setiap harinya diputar setiap 30 kOE ini tidak pernah ditayangkan lagi, banyak terjadi pembodohan, tidak baik untuk generasi penerus... Tapi yang jelas waktu itu negeriku berkabung... karena 7 perwira tinggi plus 1 bocah perempuan terenggut nyawanya.mau tau lebih jauh liat aja disini
(mari kita tundukkan kepala sejenak untuk mengenangnya, sambil diiringi lagu “gugur bunga”)
30 #2 : (Surabaya)
“cengeeeeerr... oek...oek...”kata si bayi, tak tahan dengan kerasnya dunia. “wah bayinya sudah lahir... slamat bapak mempunyai seorang putri...” kata pria berseragam putih-putih. “wah sukur alhamdulillah, ibunya gimana dok, baik-baik saja khan?” timpal bapak bayi perempuan itu. “oh ya... ibunya kuat pak... cuman 3 kali berkuat si jabang bayi langsung keluar, sepertinya si bayi juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan ayah-ibunya” gurau pria berseragam. “boleh saya temui ibunya, dok?”tanya bapak si bayi tak sabar. “oh iya silahkan... pak, ibu sudah dipindahkan ke kamarnya.” sambil menyilahkan dan berlalu. “ma, kamu baik-baik saja khan?” setibanya dikamar rawat inap. “bayinya perempuan lagi, ma.” tambahnya. “yah mau gimana lagi pa, yang penting bayinya sehat” timpal ibu si bayi. “iya yang penting sehat ya, ma.” sahut si bapak bayi kemudian. setibanya dirumah kedua anak perempuannya menyambut dengan riang... “papaaaaa.... adeknya apaaaaa? Laki-laki atau perempuan?” tanya si kakak. Si adek mengamati si bapak dengan seksama dan menunggu jawaban si bapak “adeknya perempuan... lucu deh...!!!”jawab si bapak. Kedua kakak-adik tadi saling pandang dan berseru bersamaan “waaaah... adek perempuaaaaan... aseeekk...!!”. Si bapak mengajak kedua putrinya masuk rumah dan menggeleng mendengar ocehan mereka.
Itulah sepenggal kisah yang terjadi pada saat 30 kOE #2, meskipun banyak yang hiperbola tapi yah... setidaknya kurang lebihnya seperti itulah. Namun dilubuk yang paling dalam si bapak sangat menginginkan seorang putra yang bakal mewarnai hari-harinya di 30 kOE ini.
30 #3 : (Makassar)
asap mengepul dari knalpot kendaraan bermotor yang sedari tadi merayap menanti kapan lalu lintas bisa lancar seperti biasanya. Kalo bukan gara-gara angkot ngetem ya... pasti karena demo, yups... bener skali. Tepat pukul jam 00.01 bahan bakar minyak harus mencapai angka 4500 rupiah, fuuuiih.... angka yang fantastis menurutku. Tapi yah apa mau dikata bahan bakar minyak harus naik, katanya siii subsidi bahan bakar minyak akan dialihkan untuk subsidi ke rakyat miskin. Pusing agh... mikir perekonomian negara... yang jelas 30 kOE #3, dijadikan sebagai hari mengantri nasional, gimana tidak..., walau sejuta topan badai menerjang takkan goyah diterpa angin puyuh, smua orang tetap berbondong-bondong antri di SPBU. Yah meskipun hari berikutnya harus mengeluarkan kocek sesui pasarnya, tapi setidaknya sehari bisa irit hampir 2 kali lipat, lumayan masih bisa traktir pacar.
Entah kenapa, 30 kOE mengundang aku untuk meninggalkan tempat peristirahatanku. Padahal kebutuhan diluaran tak berlabelkan 'urgent', hanya saja... apa iya dihari yang aku anggap special ini aku habiskan sendirian, yah tak ada salahnya membagi kebahagiaanku yang sedikit ini dengan teman. Namun alhasil, 30 kOE #3 adalah hari jalan kaki bagi pelanggan setia mobil cat biru yang bertuliskan alfabet di bagian depan atas tiap mobilnya, termasuk aku. Lumayan long march yg harus ditempuh route-nya jl. Bung - depannya STMIK, tapi tak mengalahkan long march-ku pas kuliah, pintu 1 unhas - kantor gubernur, disambung kantor gubernur – RRI, jl. Ribura'ne (hehe... maaf sdikit mengenang idealis yg skrg agak memudar dan cenderung lebih realistis).
30 kOE mengundang decak kagum, sumpah serapah dan berbagai ekspresi dari setiap orang yg menjalani 30 kOE
16:05 Posted in Blog | Permalink | Comments (2) | Email this













Comments
what'is the meaning of kOE? is it Koenang-koenang? Or Ku (me? I?) Or Koepoe-koepoe? atau.. Koecing? atau.. Koelaka? atau.. Koera-koera?
Posted by: Mus | 17.02.2006
I think KOE is koenangan manis or koenangan manis :P~~ btw...napa na error sutbuk na??? oia, ku add ki nah??
Posted by: angel | 18.02.2006
The comments are closed.