16.12.2006
berbagi...
Sekedar berbagi dariku nun jauh di rantau.
Duka
Tepatnya 7 hari (9 Desember 2006) sudah Kakek-ku tercinta H. Kuba Dg. Mangatta berpulang ke rahmatullah. Ada sedikit penyesalan terselip dihati karena kepergianku kesini ndak berpamitan kepada beliau. Beliau adalah sosok yang Pendiam, tenang, bersahaja, dan keras namun kadang lucu. Kakek-ku, kepala rumah tangga yang sangat menghormati almarhumah nenek-ku. Ini ditunjukkan dengan kesetiaan nya tanpa meminang perempuan lain. padahal dijamannya, kecenderungan lelaki untuk berpoligami sangatlah wajar. Tapi tetap Nenek-ku lah pendamping tunggalnya walaupun telah didahului oleh sang istri tercinta (nenekku -red) 3 tahun yang lalu. Kadang terlintas dibenakku untuk tanya ke kakek-ku 'kenapa ndak punya keinginan untuk beristri lagi?' tapi sekarang pertanyaan itu akan segera menghilang, hanya sosok beliau masih akan tetap ada disini dan disini *sambil menunjuk dada dan pelipis*. Saya masih ingat waktu masih di Makassar, setiap kali saya pamit untuk pergi kerja, beliau selalu bertanya "Kerja dimana ko itu?" "Tamalanrea" jawabku kemudian beliau menimpali, "Oo... Tamalanrea? naik apa ko?" ku jawab "pete'-pete' (mikrolet -red)" "Ku kira naik ko motor?!" dan ku jawab lagi "ndak kakek, naik pete'-pete' ka', blom pi ada motorku" (artinya "dimana kamu kerja?" Tamalanrea adalah salah satu kecamatan di Makassar, "kamu naik apa (pergi kerja)?" Pete'-pete' adalah angkutan umum seperti mikrolet. "saya kira kamu naik motor" "tidak kakek, saya naik mikrolet (angkot -red), belum punya motor"). Saya ingat juga kalo kakek-ku hobi sekali baca majalah Donald Bebek, dan yang bikin kita (cucu-cucunya -red) geli, kakekku kalo baca Donald Bebek tidak pernah sekalipun kita dengar suara tawa disela aktivitas bacanya itu. Yah... itulah segelintir kenangan dari berjuta kenangan yang ada di otak. kini beliau telah meninggalkan saya dan cucu-cucu yang lain, anak-anaknya serta sanak saudara untuk selama-lamanya. Saya hanya bisa menundukkan kepala dan memohon dari jauh, smoga segala amal ibadah kakekku di terima oleh-Nya dan diberikan tempat yang layak disini Allah SWT. Amin.
Suka
Setelah skitar 2 bulan, dengan kebutuhan dan keinginan yang mengebu-gebu untuk segera punya motor sendiri akhirnya terjawab sudah. Permohonan kredit motorku akhirnya (lagi) di appove juga. Setelah 2 kali ditolak oleh pembiayaan motor lainnya. Saya ikut program tanpa DP (Down Payment -red) alias DP dibayarkan oleh pihak dealer *enak tenan!!* Info ini saya dapat dari pegawai Bank Perkreditan, kantor saya itu salah satu nasabah mereka. Pake jual nama lagi (nama pegawai Bank Perkreditan -red), tapi tetap berdasarkan persetujuan dari si empunya nama, begini katanya via telpon "mbak Intan, kalo hubungi nomor telp yang saya beri, sebut saja nama saya yah, supaya mbaknya gak dimacem-macemin" 'mo diapakan coba...' batinku dan ternyata memang berhasil. Hanya 2 kali saya telpon-telponan sama sales dealer motor, bikin janji untuk ketemu dikantor (14 Des '06) siang. Kemudian datang, itung-itung, pilih-pilih jenis kendaraan apa yang mo diambil trus tanda tangan form permohonan motor. Dan 15 Des '06 dibikinkan janji sama pihak pembiayaan, terus telpon untuk make sure alamat kerja. nunggu 1 jam, datang deh petugas surveynya. Tanya ini itu, minta kelengkapan syarat-syaratnya, tanda tangan ini itu. mungkin karena disini ndak ada keluarga, jadi surat referensi kerja dan penghasilan harus disertakan. Tapi untungnya bisa nyusul nanti. Ndak berapa lama sales dealer nelpon lagi, konfirm apa pihak pembiayaan sudah datang? dan dia menjanjikan untuk menginformasikan secepatnya approve / reject permohonan saya. Cuman berselang 30 menit, sales dealer menginfokan kalo permohonannya approve dan hari ini (16 Des '06) motor akan diantar ke kantor. Hah?! sempat bengong beberapa saat, sambil membatin 'secepat itukah?! koq yang dulu agak lama?!' antara percaya dan ndak 'apa betul saya bakal punya motor?' wah...bener-bener kilat. *geleng-geleng kepala sambil nutup rapat-rapat mata dan buka lagi* motornya sudah ada disini 'alhamdulillah...sudah punya motor sendiri ndak usah ngerepotin orang lain lagi, kakek...sekarang saya sudah punya motor, kalo kerja sudah naik motor' sela batinku. Yah...mungkin ini adalah hikmah dari kesabaran.
----
Terima kasih untuk mau membuangnya
Terima kasih untuk membiarkannya pergi
Katamu dia sudah tidak 'ada'
Dan mungkin memang sudah tidak ada (berharap)
Tapi jika dia masih ada
Itu melukaiku
Jadi terima kasih untuk tidak melukaiku
15:45 Posted in punya kOE | Permalink | Comments (3) | Email this













Comments
--
Posted by: Mus_ | 16.12.2006
waah ..dah punya motor....selamt2 bisa jalan2 keliling Bali doonk
Posted by: anhie | 17.12.2006
ikut berduka cita ya ntan..semoga amal ibadah kakek ntan diterima Allah SWT, amiiin..dan semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan :)
Posted by: maya | 18.12.2006
The comments are closed.