09.06.2007
My sisters. The best, I have.
#1 - K'Ind lebih populer dengan Mama Indah dengan perangai tegas dan keras.
#2 - K'Ig dengan perangai lemah lembut dan sangat keibuan.
Keduanya adalah kakak sekaligus orang tua bagiku. Saya tahu omelan yang sering dilontarkan itu bukan berarti ingin menjatuhkan atau memarahi *ternyata sulit ya bedakan antara menasehati dan memarahi*. Tapi itu bentuk dari perhatian dan cara mereka, karena segala cara sudah ditempuh dan cara terakhir masih juga belum manjur.
Kangen gossip malam hari kita.
Kangen jalan bareng dan tentunya kalian yang harus membayarkan semua ongkosku.
Kangen kumpul-kumpul diwarnai dengan derai tawa bahagia 2 kacuping-ku.
Yah... kangen sama kalian. Maaf kalo sudah ngecewakan, ndak mau dengar kata... Perlu kalian tahu, saya sudah berusaha untuk meminimalisir-nya tapi sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan sangat sulit untuk diubah. Tapi yakin dan percaya saja, saya bisa koq!
I proud of having sisters like them.
---
Disaat saya merasa sendiri dan butuh kehadiran mereka.
Sampai sekarang pun.
17:15 Posted in Ekspresi | Permalink | Comments (5) | Email this
28.05.2007
uji kemaluan
Hmm... saya tau yang kalian pikirkan begitu baca judul postingan kali ini. Hayo..hayo... segera tepis piktor[1] yang terlintas itu!! postingan ini tak serantasa'[2] yang ada dipikiran kalian, hanya ingin mengungkap sebuah rasa penasaran dan keingintahuan akan kemaluan. Baca hingga selesai dan kamu akan temukan jawabannya *iklan bangeeet..!!*
Sudah satu bulan setengah, saya merasa gelisah dan gundah gulana memikirkan nasib yang tidak tentu arah tanpa ada kepastian. tanpa sengaja saya lihat di layar tabung 14" akan berlangsung uji kemaluan tingkat tinggi di Indonesia dan Makassar menjadi salah satu kota dilaksanakannya[3] uji tersebut.
Tanpa ba-bi-bu ku berselancar cari informasi lebih lengkap tentang uji kemaluan ini. Maklum selama ini kemaluanku tak pernah di ukur dan teruji, apakah saya tergolong masih ‘normal’ atau sudah akut. Formulir pengujian pun saya print, menjaga jangan sampai saya tidak bisa mendapatkan formulir pengujian secara offline.
Tapi di detik-detik terakhir, rencana tak semulus perkiraan. Dan uji kemaluan pun berjalan ada tidak adanya saya. Tragis.
Saya harus berbesar hati untuk tidak mengikuti pengujian kemaluan perdana di tanah daeng ini. Perih.
Audisi Kampus Extravaganza tinggal angan-angan. Materi yang ada diotak tak teruraikan. Seharian angan dan pikiran melayang di monumen Manunggal[4] . Tak berharap banyak untuk lolos sampai jakarta, ketemu dengan bintang extravaganza dan beraudisi didepannya, saya sudah sangat senang dan jadi suatu kebanggan tersendiri. Hanya sekedar mengisi kehampaan waktu dan mencari legalitas berani malu hingga putus urat malu dan dipermalukan.
![]()
----
[1] Pikiran kotor
[2] jorok
[3] 26 Mei 2007
[4] tempat dilaksanakan audisi
15:52 Posted in Ekspresi | Permalink | Comments (5) | Email this












